Friday, April 14, 2017

4 SENI DAN BUDAYA UNIK MASYARAKAT KOTA TANGERANG YANG HAMPIR PUNAH

MENGENAL SENI DAN BUDAYA MASYARAKAT KOTA TANGERANG 

Kota Tangerang,selain merupakan kota yang amat strategis kota ini juga merupakan kota yang sarat dengan budaya dan  sejarah.Kota yang jaraknya sangat berdekatan dengan ibu Kota Jakarta ini merupakan Kota industri yang mengalami kemajuan yang amat pesat.Berbagai perusahaan besar seperrti PT.Gajah tunggal, PT.Panarub,PT.Mitsuba Indonesia,PT.Chingluh dan lain sebagainya menjadi sebuah alasan yang tepat bagi sebagian orang – orang yang berada di luar Kota Tangerang untuk Hijrah dan mengadu nasib.

Selain Perusahaan – perusahaan besar yang bertengger,Kota Tangerang merupakan Destinasi perkembangan property yang amat menjanjikan,maka tidak heran jika akhir-akhir ini banyak para investor property untuk mengembangkan usaha mereka di sana.Ekspansi besar-besaran yang di lakukan oleh pihak pengembang membuat sebagian besar masyarakat Tangerang rela menjual lahan-lahan mereka.Kondisi seperti ini tak ayal menimbulkan polemik mendasar di tengah masyarakat kota tangerang itu sendiri.

 4 Seni Budaya di Kota Tangerang  yang paling unik
BUDAYA UNIK KOTA TANGERANG
Disaat bangunan-bangunan mewah mulai berdiri di tengah ladang dan sawah yang dulu digarap oleh masyarakat pribumi,disaat itupula pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian yang dulu menjadi penghasilan utama masyarakatnya hanya menjadi cerita yang perlahan-lahan terkubur.Hijaunya persawahan dan rindangnya pepohonan yang menghiasi panorama pedesaan hancur lebur dalam kesombongan gedung-gedung yang menjulang tinggi.Tak ada lagi tegur sapa yang menghibur jiwa,semua lenyap dalam kesibukan yang terhalang pagar tinggi di depan rumah masing-masing.

Tidak bisa kita pungkiri,Perkembangan di Bidang industri dan properti yang semakin pesat memberikan banyak peluang dan kesempatan bagi masyarakat kota tangerang dalam mengembangkan perekonomiannya.Terlepas dari maraknya pembebasan lahan yang kian merangsek masuk ke masyarakat pedesaan sesungguhnya kemajuan saat ini bisa kita jadikan momentum untuk lebih meningkatkan action kita dalam membina perekonomian menuju yang lebih baik.

Saat ini wajah Kota Tangerang boleh jadi sudah berubah,masyarakatnyapun sudah lebih nyaman menganut hidup modernisasi tapi sejarah masa lalu yang pernah ada dan menemani Kota Tangerang bukan berarti harus terlupakan dan tergusur dari ingatan kita.Sudah selayaknya bagi kita untuk senatiasa belajar meniti hidup dari sejarah.  

Dibawah ini ada beberapa peninggalan sejarah dan budaya yang dulu penah menajdi ikon Kota Tangerang. Silahkan di simak !!!

BUDAYA TANGERANG TEMPO DOELOE :


  •  Peh cun dan Imlek

Peh cun adalah sebuah pesta untuk memperngati 100 hari tahun baru cina atau yang lebih akrab di kenal dengan Imlek.Imlek sendiri berasal dari bahasa hokkian yang oleh masyarakat china di sebut juga sebagai sian tjia.

Sian Tjia atau Imlek sebenarnya adalah ungkapan kegembiraan yang dilakukan oleh masyarakat china tiongkok pada masa lalu dalam menyambut musim semi (chun).Karena saat chun atau musim semi tiba,mereka bisa kembali bekerja di sawah.

Di kota Tangerang sendiri,saat ini kegiatan peh cun biasanya dimeriahkan dengan berbagai perlombaan seperti balapan mendayung perahu yang tiap tahun di adakan di kawasan sekitar Kali Cisadane.Kegiatan tahunan yang sudah mendapat rekomendasi positif dari pemkot Tangerang ini mampu memberikan hiburan dan ajang wisata tahunan bagi warga Kota Tangerang secara menyeluruh.Malah saat ini peh cun sudah menjadi ikon Kota Tangerang yang dibungkus dalam event FESTIVAL CISADANE.


  • Gambang Kromong
Gambang Kromong merupakan kesenian musik tempo dulu,musik ini merupakan perpaduan unsur pribumi dan china.Nama gambang kromong sebenarnya diambil dari nama alat musik yang terdapat dalam kesenian itu sendiri yakni alat musik Gambang dan Kromong.

Kecrek,Kemor,KendangKempul,Slukat,Gong Enam dan Gong Kecil merupakan alat musik orang pribumi yang kemudian dipadukan dengan alat musik china yaitu Kongahyan (alat Musik gesek china)Tehyan dan Skong.Selain perpaduan unsur alat music yang ada di dalamnya,lagu-lagu dalam gambang kromong merupakan adaptasi dan adopsi dari lagu-lagu china yang disebut pobin seperti pobin mano konjilok,Posilitan,Bankinhiva dan lain sebagainya.


  • Tari Cokek

Tari Cokek merupakan salah satu tarian budaya betawi dan china Benteng yang banyak  diwarnai dengan budaya china.Penarinya biasanya menggunakan kebaya yag disebut cokek dan selalu di iringi dengan lantunan musik Gambang Kromong ala betawi.Tarian ini sebenarnya mirip dengan  sintren dari Cirebon atau sejenis ronggeng dari Jawa Tengah.

Tari cokek sangat banyak mengandung unsur yang vulgar,karena di dalam peragaanya seorang penari wanita yang hanya memaki kebaya dengan dada yang setengah terbuka,biasanya menari bersama dengan seorang lelaki secara mesra dan berdempetan.Maka tidak heran jika tarian cokek merupakan tarian yang sangat tabu d tengah masyarakat Tangerang kala itu.

  • Tanjidor
Tanjidor merupakan salah satu musik rakyat betawi yang juga banyak berkembang di Kota Tangerang pada masa lalu.jenis musik ini mulai timbul sekitar pada abad ke 18.Konon, seorang gubernur jenderal belanda yang bernama Valckenier merupakan salah seorang yang memiliki group tanjidor yang beranggotakan 15 orang yang terdiri dari beberapa orang pemain alat music tiup,pemain gamelan,pesuling china dan penabuh dram dari turki.
Musik Tanjidor biasanya dipakai oleh masyarakat pada waktu itu untuk mengiringi dan memeriahkan sebuah pesta atau arak-arakan pengantin.Saat ini music tanjidor masih bertahan di Jakarta khususnya di kalangan masyarakat Betawi.

Demikian ulasan ragam budaya Kota Tangerang yang bisa saya sajikan untuk anda,semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda.
Disqus Comments